Polwan ini grogi saat lenggak-lenggok di atas catwalk

Jika dilihat sekilas, Nina tidak disangka bertugas sebagai anggota satuan shabara di jajaran Polda Jawa Tengah. Rupanya dia seorang polisi wanita berpangkat Bripda.

Parasnya cantik. Dari luar fisiknya layaknya anak baru gede (ABG). Nina masih terlihat anggun saat menghadiri peringatan hari Kartini bertajuk Kartini Abad ini di Hall Mal Ciputra Semarang.

Ketegasan tercermin pada sosok Nina. Sepatah dua patah kata yang disampaikan mencerminkan sikap kedisiplinan dan ketegasan pada sosok polwan yang sudah dua tahun bertugas tersebut.

Deg-degan, itulah satu kata yang muncul saat didaulat dan ditunjuk untuk berlenggak-lenggok dan membawakan beberapa potong busana di atas catwalk. Menjadi peragawati dadakan di atas panggung dengan latihan dalam waktu singkat bukanlah perkara mudah.

“Agak susah biasa di lapangan sikapnya siap. Lalu dengan sabar kami belajar intens.  Deg-degan sih karena pertama tapi dengan berusaha sebisa mungkin kuasai lapangan kuasai diri,” kata Nina kepada merdeka.com.

Sikap tegas, disiplin berasal dari sosok kedua orangtuanya. Bagaimana tidak, gadis berstatus jomblo ini dilahirkan dari dua orang tuanya seorang polisi. Ibunya Aiptu Sumiyati merupakan polwan juga berprofesi dibagian Bensatker Polrestabes Semarang dan ayahnya almarhum AKBP Heri Gunadi.

Tekadnya menjadi Polwan sejak tahun 2007 usai lulus dari SMA Negeri 5 Semarang bukan karena kedua orangtuanya. Nina nekat memberanikan menjadi polisi setelah melihat kinerja sosok ibunya harus dilakukan dengan penuh kedisiplinan dan tanggungjawab cukup besar.

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Nina merasa harus bisa menjadi contoh sekaligus teladan bagi adiknya kendati telah ditinggal pergi oleh ayahnya. Waktu membuktikan Nina sampai saat ini dapat menjalani hidup walau tanpa figur ayahnya.

Bagi Nina, apa yang ia jalani sepanjang hidup tanpa ada sosok ayah merupakan cermin dan contoh menjalani dan melakoni dalam proses emansipasi walau tanpa ada sosok pria sebagai kepala keluarga. Hidup mandiri bagi Nina adalah salah satu bentuk emansipasi.

“Sekecil apapun partisipasi dalam pembangunan sedikit apapun partisipasi dalam pembangunan merupakan bentuk emansipasi seorang wanita terhadap negara,” ucap Bripda Nina.

Lihat Berita Terbaru di : www.merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: