Nasib tragis Polwan cantik ‘La Adelita’

Niat baik kadang tidak bisa berjalan mulus seperti yang diharapkan. Demikian pula yang dialami polwan cantik bernama lengkap Marisol Valles Garcia asal Meksiko. Dari sosok polisi wanita yang dielu-elukan masyarakat, dia malah jadi kambing hitam, seperti dikisahkan laporan khusus AFP, 20 Oktober 2011 lalu.

Kisah tragisnya dimulai ketika Presiden Meksiko Felipe Calderón mengumumkan perang terhadap sindikat narkoba pada 2006. Para bandar rupanya tidak gentar mendengar ancaman itu. Mereka malah balas menyerang aparat, bahkan tidak segan bertindak sadis pada petugas kepolisian.

Sejak perang melawan narkoba itu dicanangkan, 30 ribu nyawa melayang, baik dari sipil, polisi, maupun penjahat. Meksiko tegang. Ketika Presiden Calderón nyaman memerintah di Ibu Kota Mexico City, pertumpahan darah terus terjadi di pedalaman Meksiko. Salah satu yang paling parah terjadi sepanjang 2009-2010 di Kota Chihuahua, utara Meksiko.

Kota kecil itu jadi ajang pertempuran kartel Juárez dan Sinaloa. Warga sipil terus terbunuh setiap hari, termasuk anak-anak. Polisi seakan kehilangan taji di sana. Kepala polisi setempat bernama Manuel Castro bahkan dipenggal, setelah sebelumnya disiksa habis-habisan.
 
Puncaknya, tidak ada satu pun polisi yang bersedia bertugas di sana. Wali Kota Chihuahua José Luis Guerrero sudah pasrah bila kota itu tidak lagi punya polisi.

Di tengah situasi suram itu, mendadak muncul seorang perempuan setempat yang bersedia menduduki jabatan kepala polisi. Usianya baru 20. Dia bahkan belum selesai sekolah. Dialah Garcia. Perempuan ayu ini pada waktu itu sedang menyelesaikan kuliah kriminologi di Universitas Guadalajara.

Perempuan kelahiran 1989 itu sebelumnya hanya magang di kantor polisi Chihuahua. Ketika ditanya motivasinya memberanikan diri menerima pekerjaan penuh risiko itu, Garcia mengaku sebagai warga lokal, dia tidak bisa lagi menerima tindakan brutal anggota geng narkoba.

“Kita semua warga Meksiko diam saja melihat kebrutalan ini karena takut. Sekarang saatnya kita tidak membiarkan ketakutan menguasai diri kita,” ujar Garcia kepada pers selepas dilantik.

Dia pun jadi pemberitaan media lokal bahkan internasional. Acara pengangkatan Garcia sebagai kepala polisi pada 18 Oktober 2010 diliput besar-besaran. Rakyat Meksiko mengelu-elukannya. Itulah muasal julukan ‘La Adelita’, artinya, ‘wanita pemberani’.

Beberapa saat setelah terpilih Garcia mengumkan rencananya buat menangani daerah konflik narkoba terganas di Meksiko itu. Dia berencana menggandeng warga buat menghalau para anggota kartel agar tidak berbuat semena-mena. Garcia juga menyatakan akan fokus pada upaya pencegahan supaya tidak terjadi tindak kriminal.

Rupanya, Garcia hanya manusia biasa. Dia juga masih terlalu muda, minim pengalaman, dan tidak mendapat bantuan memadai dari rekan-rekan polisi lain di kota itu.

Kartel narkoba rupanya tidak lagi mengancam dirinya, seperti nasib petugas yang sudah-sudah. Mereka ganti menyasar keluarga Garcia.

Saat itu, Garcia sudah jadi orang tua tunggal. Dia punya anak laki-laki yang usianya belum genap setahun. Keluarganya setiap saat mendapat ancaman pembunuhan.

Tidak kuat menghadapi tekanan terhadap keluarganya, Garcia akhirnya menyebrang ke Amerika bersama anak lelakinya dan beberapa saudara. Di Negeri Paman Sam itu, dia meminta suaka.

Hanya dalam waktu kurang dari enam bulan, dia akhirnya dipecat dengan tidak hormat karena meninggalkan posnya. Warga Meksiko yang awalnya mengelu-elukan balik menyebutnya pengecut. Kini, tidak diketahui di mana keberadaan polwan nahas ini. Berita terakhir menyebut permohonan suakanya ditolak otoritas imigrasi Amerika.

Lihat Berita Terbaru di : www.merdeka.com

Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: