Lihai di catwalk, Bripda Swestie ditawarkan jadi model

Tak hanya memiliki paras yang menawan, polisi wanita ternyata juga lihai berlenggak lenggok di catwalk. Pemandangan itulah yang terlihat saat acara fashion show polwan cantik di lingkungan Polda Jawa Tengah.

Acara itu diikuti sekitar 15 polwan Polda Jateng, termasuk salah satunya Bripda Swestie Cahya Rain Satwika. Saking luwesnya menguasai panggung sebuah agency ternama yang dikelola Bayu Ramli menawarkan Swestie menjadi model.

Tawaran itu diterima Swestie di sela-sela acara fashion show. Saat itu, Bayu Ramli melalui asistennya tiba-tiba meminta nomor ponsel Bripda Swestie.

Usut punya usut, ternyata Bayu Ramli kagum dengan Bripda Swesti yang tampak santai melakoni profesi model dadakan. Dari pengamatan merdeka.com, Rabu (26/4) memang paras cantik Bripda Swesti lebih menonjol ketimbang yang lainnya. Kecantikan Swesti semakin terlihat sempurna dengan postur tubuhnya yang proporsional.

Meski senang mendapatkan tawaran itu, Swestie belum kepikiran beralir profesi jadi seorang peragawati. Sampai saat ini dia tetap mencintai profesinya sebagai polwan. Meskipun dalam kesehariannya, Swestie harus bergumul dengan data kecelakaan di Satuan Ditlantas Polda Jateng Kamsel.

“Polwan kan cita-cita saya sejak kecil. Jadi kalau saya dilirik dan diajak Mas Bayu Ramli untuk jadi peragawati atau model profesional saya akan pikir-pikir lebih dulu,” ungkap anak kedua dari dua bersaudara ini.

Swesti mengaku senang menjalani profesinya saat ini. Semua tugas berat tidak lagi menjadi beban baginya.

“Kita kerja kan dibagi dengan adanya jadwal piket. Jadi sebagai tanggungjawab mau tidak mau harus setiap hari dengan setia melaporkan segala kejadian kecelakaan di Jateng ke Mabes Polri Jakarta. Namanya juga pelayanan jadi harus penuh tanggungjawab dan tidak boleh lengah dan salah sedikit pun terhadap kebenaran data-data itu,” tegas Swestie.

Swesti sudah dua tahun bekerja sebagai polwan. Pilihan profesi ini menurutnya sebagai bentuk emansipasi wanita.

“Bicara soal emansipasi yah pelayanan dan perlindungan polwan terhadap masyarakat dengan senyum sapa yang ramah kan juga bentuk emansipasi,” tutur wanita yang tinggal di Perum Pucang Gading, Kota Semarang ini.

Wanita lajang ini berharap kelak dirinya mendapatkan pendamping hidup yang mengerti profesinya sebagai polwan.

“Yang pasti suami yang harus bertanggungjawab, sayang dengan saya, serta bisa mengerti profesi saya sebagai polisi,” ucap Swesti sambil tersenyum simpul.

Lihat Berita Terbaru di : www.merdeka.com

Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: