Disoraki serdadu, Bripda Resha balas dengan senyuman

Bripda Resha Volita punya jurus jitu ketika menghadapi warga yang kesal dengan kondisi lalu lintas. Dia selalu melempar senyum manisnya untuk meredam amarah warga.

Bripda Resha menyadari profesinya sebagai polwan tidak selamanya disambut baik di mata publik. Ejekan, cemoohan, dan teriakan tak pernah dibalasnya dengan emosi. Wanita berparas manis ini selalu berusaha mengendalikan emosinya agar tidak terpancing.

Wanita kelahiran Ungaran, Semarang 10 Oktober 1991 ini, sudah sejak dua tahun lalu bertugas di Ditlantas Polda Jateng. Bripda Resha menempati bagian operasional anggota. Setiap harinya Bripda Resha disibukkan dengan aktivitas menyusun jadwal piket ratusan anggota Satlantas Polda Jateng. Dia juga mengatur penempatan ratusan anggota di titik yang rawan macet.

Ada kejadian unik saat Bripda Resha mengatur lalu lintas di salah satu ruas jalan di Kota Semarang. Di tengah kondisi badan yang mulai lelah karena mengurai kemacetan, melintas lah satu truk yang berisi anggota TNI. Tidak mengerti kesalahan apa yang dilakukan Resha, tiba-tiba dia disoraki.

“Waktu itu pagi-pagi saya sedang tugas piket di jalanan. Sudah capek berdiri tiba-tiba ada truk tentara yang melintas dan mengakibatkan kemacetan di sekitar pasar Ungaran, Kabupaten Semarang. Tiba-tiba sorak sorak dan teriakan keluar dari belasan tentara yang diangkut oleh satu truk itu. Sebetulnya saya kaget dan malu,” tutur Resha saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (25/4).

“Namun karena itu sudah resiko dan tanggungjawab saya harus menahan emosi dan hanya membalas dengan senyuman manis saja,” tambahnya.

Banyak lagi suka duka lainnya yang dirasakan Resha selama menjadi polwan. Namun, wanita yang memiliki hobi voli ini selalu iklas menjalaninya.

“Orang hidup pasti semuanya ada dan mempunyai pengalaman dan riwayat hidup sendiri-sendiri. Dengan pengalaman itu diharapkan kita bisa belajar dan mandiri. Apalagi dengan profesi saya saat ini segala sesuatunya harus dipersiapkan dan direncanakan dengan doa dan usaha keras,” tutur Resha.

Resha yang saat ini masih hidup melajang berharap mendapatkan pendamping hidup yang mengerti profesinya dan setia.

“Yang penting sayang perhatian trus setia dengan saya,” tutup Resha mengakhiri perbincangan sambil tersenyum sumringah.

Lihat Berita Terbaru di : www.merdeka.com

Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: