Berdendang bersama polwan

Keberadaan polisi wanita akhir-akhir ini menarik perhatian masyarakat luas. Polwan dengan wajah cantik sering menghiasi layar kaya untuk melaporkan arus lalu lintas.

Tidak itu saja, Polwan juga sering diikutsertakan dalam pengamanan aksi unjuk rasa. Keberadaan Polwan di unjuk rasa sempat menjadi perhatian.

“Tujuannya sebagai negosiator dan meredam emosi para pengunjuk rasa,” kata Perwira urusan BPKB baru, IPTU Nining Indrawati.

Dibalik kesehariannya dengan seragam dan atribut kepolisiannya, kaum hawa ini ternyata juga memiliki talenta lain selain tugas dan tanggung jawab profesinya. Tarik suara.

Itulah salah satu bakat alam yang dimiliki para personel Zebra Metro Voice, sebuah grup vokal yang beranggotakan 10 polisi wanita cantik. Bermodalkan wajah enak dilihat, dan tentu saja kualitas suara mumpuni, para biduan polisi ini pun mendendangkan lagu-lagu untuk menghibur masyarakat.

“Dibentuknya ini sudah setahun yang lalu, itu atas inisiatif pak Dirlantas yang dulu ingin membentuk vokal grup di Lantas, sebetulnya hanya untuk latihan saja lalu kalau ada acara-acara di Polda,” ujar personil Zebra metro Voice, Bripka Novitasari.

“Karena biasanya kan kalau ada acara-acara seperti itu memanggil penyanyi dari luar, lalu muncul ide kenapa tidak dari polisi saja yang ikut mengisi acaranya,” imbuhnya.

Sementara IPTU Nining menegaskan, keberadaan vokal grup polisi wanita bukan untuk dikomersilkan. Tujuannya murni untuk mengisi acara internal kepolisian. Latihan pun tidak rutin dilaksanakan, tetapi biasanya dalam sepekan para biduan polisi berlatih olah vokal sebanyak dua kali. Latihan ini dilakukan mengingat dasar mereka bukan penyanyi.

Kegiatan bernyanyi merupakan salah satu cara para perwira wanita untuk sekedar melepaskan kepenatan usai berkerja. Dan saat latihan pun diambil waktu tidak ada jadwal dinas. Jadi, latihan disesuaikan agar tidak mengganggu tanggung jawab. Latihan akan semakin intensif ketika ada undangan dari media elektronik.

Semenjak tampil di sebuah program salah satu televisi swasta, tawaran untuk tampil di tempat lain pun berdatangan. Namun, hal itu tidak serta merta membuat para anggota konsentrasi buyar dan memprioritaskan menyanyi.

“Untuk latihan itu situasional saja, jika lagi landai ya latihan. Kalau ada tawaran dari media ya ditambah jadwalnya, namun tetap dipilih waktu yang tidak mengganggu pekerjaan. Untuk tawaran sudah ada beberapa, tapi tidak semua kami terima, kami lihat dulu rentan waktunya jika berdekatan antara media satu dengan yang lain ya kami terima salah satu saja,” jelasnya

Para Polisi wanita ini pun tidak mempunyai tips khusus dalam menjaga penampilan. Layaknya wanita pada umumnya, mereka hanya pergi ke tempat perawatan saat dibutuhkan saja. Saat bertugas pun mereka hanya bermake up senatural mungkin.

Untuk lagu yang dinyanyikan di depan media, mereka mengaku masih membawakan lagu penyanyi atau grup band yang sedang hits saja, ditambah dengan koreografi membuat penampilan mereka sempurna.

Dalam perjalanannya sebagai grup vokal tidak lepas dari konflik.  Tetapi konflik itu bisa diselesaikan dalam forum.

“Biasanya kalau ada masalah sama komandan dikumpulin lalu dikasih arahan terus dikeluarkan semua uneg-uneg habis itu kami maaf-maafan. Pokoknya harus selesai saat itu juga. Karena modal utama kami itu solid, kompak dan semangat,” terang Bripka Novitasari.

Lihat Berita Terbaru di : www.merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: